BERKENALAN DENGAN PERTALITE

Image result for pertalite

            Pertalite mulai dikenalkan oleh Pertamina pada bulan Mei 2015. Memiliki RON (Research Octane Number) 90 membuat pertalite banyak diminati oleh banyak pengguna motor dan mobil. Mungkin termasuk juga Anda. Meskipun masih kalah dari pertamax yang memiliki RON 92, namun pertalite lebih baik dari premium dengan RON 88. Tahukah Anda bahwa salah satu kandungan dari pertalite adalah naphta yang merupakan produk kilang yang jika dijual memiliki harga yang murah. Hal ini sungguh miris karena bagaimanapun naphta merupakan produk kilang. Oleh karena itu dengan munculnya pertalite membuat naphta dapat dimanfaatkan dengan lebih baik.

Pertalite dibuat dengan memperhatikan durabilitas mesin agar dalam kategori cukup. Dimana BBM tidak akan menyebabkan mesin mati dalam jarak waktu tertentu. Sayangnya karena tidak memiliki jenis bahan aditif yang sama dengan pertamax, maka pertalite tetap belum bisa dibandingkan dengan pertamax.             Namun Anda tidak perlu risau karena pertalite mampu membuat konsumsi pemakaian BBM lebih irit karena adanya detergen pembersih. Efek kerja dari pertalite ini ditakar apakah lebih ringan dari fuel rail, kepala silinder atau ruang bakar. Pertamina masih memikirkan cara bagaimana membuat kotoran yang telah dibersihkan oleh BBM ikut terbuang bersama gas buang.

Sama halnya dengan pertamax, pertalite juga memiliki zat aditif yang terdiri dari zat anti kristal, zat anti karat dan zat pembersih. Kristal dapat terbentuk di dalam tangki BBM  pada suhu tertentu. Jika kristal ini menumpuk akan menyebabkan kerusakan pada filter. Zat anti karat berguna untuk membantu menghilangkan karat yang terjadi di dalam tangki BBM. Sedangkan zat pembersih berguna untuk membersihkan kotorang yang menumpuk di dalam silinder head dan klep intake.

BACA JUGA: Peralatan yang Wajib Kamu Bawa untuk Menghadapi Ban Bocor di Jalan Tol

Tahukah Anda? Pertalite telah melalui uji lab oleh tiga lembaga yakni BPPT, LAPI-ITB dan Lamigas yang ketiganya menunjukkan hasil positif bahwa pertalite telah lulus uji syarat yang telah ditetapkan. Spesifikasi pertalite menurut hasil uji lab menunjukkan bahwa petalite bebas dari timbal, mangan atau besi. Kandungan sulfur pada BBM menurut standar pemerintah tidak lebih dari 500 ppm. Sedangkan pertalite hanya memiliki 188 ppm. Stabilitas oksidasi pada pertalite juga lebih tinggi yakni 480 menit dibanding yang disyaratkan pemerintah mencapai minimal 360 menit. Proses pembakaran yang cukup lama ini berhubungan dengan jarak tempuh kendaraan yang semakin tinggi. Dimana pertalite cenderung lebih irit dibanding premium.

Spesifikasi yang telah dimiliki oleh pertalite membuat pertalite memiliki keunggulan-keunggulan. Yaitu mampu memberikan tenaga yang lebih besar dibandingkan dengan premium, lebih efisien, menghasilkan torsi yang lebih besar, memberikan percepatan/ akselerasi pada mobil lebih besar serta menghasilkan emisi yang lebih sedikit. Keunggulan yang dimiliki oleh pertalite ini tentunya jika dibandingkan dengan premium yang memiliki RON yang lebih rendah.

Dari banyaknya kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh pertalite tentu juga diiringi dengan kekurangan, yaitu beberapa mobil keluaran terbaru  memiliki spesifikasi RON 91-93. Sehingga pertalite kurang begitu diperhatikan. Pertalite yang memiliki RON 90-91 tentu saja tidak dapat dipaksa untuk mengisi mesin dengan oktan yang lebih tinggi. Namun sebagian orang memilih untuk mencampur pertamax dan pertalite pada kendaraannya.

Meski begitu, tentu saja ada kendaraan yang cocok untuk diisi dengan pertalite. Ada beberapa kriteria yang bisa Anda pahami saat Anda ingin menggunakan pertalite pada kendaraan Anda. yaitu pada rasio kompresi. Dimana jika suatu bahan bakar minyak memiliki spek yang terlalu rendah akan mengurangi tenaga pacunya sedangkan jika bahan bakar emmiliki spek yang terllau tinggi juga tidak akan maksimal. Untuk itu Anda harus pandai-pandai menentukan bahan bakar mana yang cocok untuk kendaraan Anda.

BACA JUGA: Rekomendasi Motor Trail Terbaik

Premium dengan RON 88 sangat cocok digunakan untuk untuk kendaraan dengan kompresi 9 ke bawah, Pertalite dengan RON 90-91 untuk kendaraan dengan kompresi 9 – 10 sedangkan pertamax yang memiliki RON 92 cocok untuk kendaraan dengan tekanan 10 – 11. Sedangkan kompresi 11 – 12 menggunakan bahan bakar dengan RON 95. Penggunaan bahan bakar yang disesuaikan dengan kompresi akan membuat proses pembakaran akan berlangsung lebih maksimal.

PERBEDAAN PREMIUM, PERTALITE DAN PERTAMAX

Penjelasan di atas mungkin terlalu mengacu kepada pertalite, namun sebenarnya apa sajakah yang membedakan premium, pertalite dan pertamax perlu pembahasan lebih lanjut. Premium yang umumnya dikenal dengan sebutan bensin merupakan destilat yang memiliki warna kuning cerah yang berasala dari penambahan warna. Memiliki RON 88 yang perlahan akan segera ditiadakan karena kadarnya yang terlalu rendah dan kenyataan yang cukup mencengangkan bahwa Indonesia adalah satu-satunya negara yang menggunakan BBM dengan RON 88. Penggunaan bahan bakar ini pada mesin dengan kompresi tinggi akan menyebabkan terjadinya knocking. Hal ini dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan karena gerakan yang tidak sesuai dengan piston. Sedangkan knocking dapat menyebabkan berkurangnya tenaga mesin sehingga akan terjadi pemborosan atau inefisiensi. Jika dibiarkan, knocking ini akan menyebabkan kerusakan pada piston.

Premium dibuat dari komponen lokal yang memiliki kandungan sulfur sebesar 0,15 m/m atau sama dengan 15.000 ppm hal ini tentu tidak sesuai dengan standar bahan bakar minyak yang sudah dicanangkan oleh pemerintah yaitu tidak melebihi 500 ppm. Premium memiliki warna kuning cerah yang berasal dari penambahan warna (dye). Bahan bakar minyak ini menghasilkan gas buang yaitu NOx dan COx dengan jumlah besar yang berasal dari reaksi pembakaran yang terjadi di dalam mesin.

Pertalite diluncurkan oleh pertamina untuk melaksanakan ketentuan yang termaktub pada surat keputusan Dirjen Migas Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral tentang spesifikasi BBM RON 90. Memiliki sistem pembakaran yang lebih baik daripada premium karena memiliki RON yang lebih besar. Memiliki kandungan sulfur 0,188 m/m atau setara dengan 188 ppm. Pertalite juga menghasilkan gas buang sama dengan premium yaitu NOx dan COx namun dalam jumlah yang lebih kecil. Gas yang dilepaskan ini merupakan gas yang berasal dari proses pembakaran yang terjadi di dalam mesin. Pertalite memiliki warna hijau terang. Dari segi harga, pertalite memiliki harga yang lebih tinggi dibanding premium. Selain karena nilai RON yang berbeda, juga dikarenakan premium masih disubsidi pemerintah sedangkan pertalite mengikuti harga internasional.

Pertamax merupakan BBM dengan kandungan zat aditif yang memiliki dampak baik bagi mesin bahkan tangki BBM. Pertamax diluncurkan pertama kali oleh Pertamina pada tahun 1999 sebagai pengganti premix 98 yang ternyata memiliki unsur MTBE yang  berdampak bahaya bagi lingkungan.

Pertamax mampu bekerja pada kompresor tenaga tinggi sehingga tetap bekerja optimal pada gerakan piston. Hal ini berdampak baik pada tenaga mesin yang dapat melaju lebih optimal. Karena menggunakan RON 92, pembakaran yang terjadi lebih maksimal dibanding dengan premium dan pertalite dengan RON yang lebih rendah.

Salah satu kandungan dari pertamax adalah ethanol yang berfungsi untuk menaikkan bilangan oktannya. Pertamax juga menghasilkan gas buang namun dengan kandungan NOx dan COx yang sangat sedikit. Untuk harga dari pertamax, karena bahan bakar minyak ini tidak disubsidi oleh pemerintah, maka harganya tentu  lebih mahal karena ikut  harga internasional.

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *